Pendahuluan

Jetpack adalah salah satu plugin populer di WordPress yang bisa multifungsi. Akan tetapi, dibalik plugin yang bisa multifungsi tersebut terdapat kerugian untuk user. Di artikel ini akan membahas kerugian yang mengakibakan tidak recommended untuk Wordpress.

 

Berikut ini tiga alasan kenapa Jetpack tidak recommended untuk WordPress:

  1. Ukuran yang BesarKenapa ukurannya besar? Karena Jetpacksendiri memiliki lebih dari 30 modul. Lebih dari 30 modul tersebut, yang hanya digunakan mungkin beberapa saja. Yang tidak digunakan pun tak dapat dihapus. Ada baiknya unuk mengkustomasi fitur yang digunakan dengan menggunakan satu plugin untuk satu fitur. Ketimbang memiliki satu plugin yang mempunyai banyak fitur.Fitur – fitur di Jetpack bisa diganti dengan fitur dari pihak ketiga. Contohnya fitur statistik, dapat diganti dengan Google Analytics yang jauh lebih ringan. Menurut user lain, ukuran Jetpack semakin lama semakin membesar karena ada kode yang mungkin tidak dibutuhkan oleh semua orang.

  2. Ada Fitur yang Memperlambat WordPressContohnya adalah Editor CSS, fungsinya menyimpan kode CSS ke dalam database sebagai jenis CustomPost. Jadi setiap kali membukan halaman akan diperlukannya query untuk mengambil CSS. Sehingga cara kerja tersebut secara tidak langsung akan memperlambat WordPress. Itu hanya salah satu modul yang memiliki efek lebih dari yang lain.

  3. Pengaruh Buruk Jetpack Photon terhadap SEOCara kerja modul Photon dengan mempercepat pemuatan gambar melalu CDN. Karena melalui CDN mengakibatkan beberapa pengguna turun 50% lintas mesin pencari. Sebenarnya tidak semua CDN dapat mempengaruhi SEO.Menurut Robin Cornett sebagai perancang web, mengatakan bahwa fitur Photon sama seperti mengunggah gambar ke server WordPress. Gambar tersebut akan di simpan secara permanen, jadi tidak akan ada masalah jika mematikan fitur tersebut. Masalah yang akan muncul adalah copyright terhadap gambar tersebut.

Apakah Anda menemukan jawaban?