Pendahuluan

Sebelum membuat plugin, terlebih dahulu memperhatikan hooks. Tugas hooksadalah sebagai titik koneksi untuk menempelkan pluginke kode WordPress core. Sehingga akan menentukan kapan dan dimana pluginberkerja. Hooksmempunyai dua variasi, yaitu actionsdan filters.

Ada juga empat hal yang harus diperhatikan sebelum membuat plugin, yaitu:

Pertama, memperhatikan nama plugin, variabledan function. Untuk menghidari nama yang sama dengan pluginlain. Cara lainnya adalah dengan membuat prefixyang unik di setiap variabledan functionyang gunakan.

Kedua, memperhatikan keamanan plugin.Jangan sampai membuat pluginyang memberikan celah keamanan. Lebih baik pelajari terlebih dahulu tentang Plugin Handbook.

Ketiga, memperhatikan struktur plugin.Memperhatikan banyaknya file yang dimuat dan disimpan dalam satu folderatau tidak. Memperhatikan itu akan membuat kerangka kerja yang baik sehingga developer yang lain akan mudah memahami.

Terakhir, belajar dari WordPress’ codingstandars.Sebuah komunitas untuk membantu orang agar terhidar dari kesalahancodingyang umum. Dan akan membantu orang agar kode yang dibuatnya bisa dipahami oleh orang lain.

 

Langkah-Langkah Membuat WordPress Plugin

Berikut ini langkah-langkah untuk membuat WordPress plugin:

1. Buat Lokal WordPressAgar terhindar dari rusaknya site dan lebih mengarah privasi maka dibuatlah lokal WordPress. Supaya lebih leluasa mencoba dan tidak mengganggu jalannya site. Untuk cara pembuatannya bisa diliat di paduan lain.
2. Membuat File Plugin Baru
Buat folder baru di /wp-content/plugins/.

Buat file PHP di dalam folder yg dibuat.

Isi file tersebut dengan kode berikut:

<?php
/**

* Plugin Name: Coba Plugin

* Plugin URI: https://www.mywebsite.com/

* Description: The first plugin I have created.

* Version: 1.0

* Author: Your Name

* Author URI: http://yourwebsite.com/

**/ ?>

Simpan, jika berhasil akan tersedia di site bagian Plugins.

Jika ingin di bagikan publik, buat sebuah file readme. Isi file tersebut menjelaskan isi pluginyang dibuat. Bisa dibuat manual lalu disimpan bersama file php atau menggunakan Plugin Readme Generator.

3. Menambahkan Kode
Memberikan contoh pluginyang simpel seperti mengganti pesan errorsaat gagal masuk ke site. Tambahkan kode kedalam file PHP yang telah dibuat tadi.

Sebuah fungsi dengan nama idch_no_wordpress_errors, idch(idcloudhost) sebuah prefixagar nama tersebut terlihat unik. Cara kerja fungsi tersebut  returnsebuah string. Stringtersebut untuk menampilkan pesan error.String“Mencoba Plugin” bisa diubah sesuka hati.

4. Mencoba Plugin
Aktifkan terlebih dahulu pluginnya.

Lalu masuk dengan data yang salah.

Pesan itu muncul karena sebuah filter yang terhubung dengan hook login_erros. Ketika hooktersebut terpicu mengakibatkan fungsi no_wordpress_errors berjalan.

Apakah Anda menemukan jawaban?